Setelah Menikah Tinggal Sendiri atau Numpang ??

Di awal berencana menikah, saya dan mamas sepakat untuk tinggal terpisah dari orang tua. Selama ini saya dan mamas belum pernah tinggal pisah dari orang tua (jangankan nge-kos, tugas ke luar kota saja, saya sempat diprotes. :P ). Sejak saya masih single, saya mendapatkan nasihat "Kalau sudah menikah, walau mengontrak, lebih baik tinggal sendiri dari pada menumpang. Belajar mandiri."



Banyak cerita tentang kehidupan pernikahan yang saya dapatkan. Seperti cerita orang tua saya di awal pernikahan mereka, suka duka menjadi pengantin baru, menumpang di rumah orang tua, cerita tentang tingkah menantu yang merebut rumah mertua, de el el. Sehingga pengalaman-pengalaman tersebut meresap dipemikiran saya, dan saya bertekad bagaimanapun lebih baik tinggal terpisah dari orang tua, adalah lebih baik.

Saat ini, kami telah tinggal tinggal di rumah mungil, rumah kontrakan yang hampir mirip dengan tempat tinggal orang tua saya dulu, bedanya hanya kita tidak memiliki halaman saja. :P Meski rumah petakan, tapi rumah kami lumayan lega, kami masih bisa memiliki set sofa di ruang tamu. XD Lokasi rumah kami juga sangat dekat dari jalan raya hanya -/+ 20m dengan satu jalan akses masuk (jalan buntu), dan sebagian besar penghuni adalah pasangan muda bekerja, lingkungannya bersih dan aman, rasanya seperti tinggal di perumahan cluster. :P

Setelah -/+ 2 bulan tinggal di rumah ini, banyak hal yang jadi pengalaman baru kami :

Lebih Mandiri.
Masak sendiri, Nyuci sendiri, tidur pun... eh.. kalo tidur berdua yaa XD. Yup, Dengan tinggal terpisah dengan orang tua, tanpa mesin cuci, tanpa bantuan ART, tanpa fasilitas yang serba ada, memaksa kita untuk lebih 'tough'. 

Suami yang sewaktu masing single jarang melakukan pekerjaan nukang, sejak kami pindah beliau jadi harus 'terpaksa nukang' untuk memasang paku dan baut, instalasi gorden, rak, merakit furnitur dari IKEA yang semuanya harus dirakit sendiri. :P

moving in together

BEBASSS!!
Mau ngapain aja bebas!! Mager dan pengen guling-gulingan di kasur sampe siang?? BEBAS!! XD
Ketika saya masih tinggal bersama orang tua, saya tidak bisa sepenuhnya menggunakan dapur. Walau itu dapur ibu saya sendiri tetap saja nggak bisa memasak masakan apapun sesuka hati saya. Ada saja pendapat "itu mah jelas enak, bahannya aja mahal!" dan bla.. bla.. bla.. padahal saya suka sekali ber-eksperimen membuat masakan, entah itu enak atau tidak. :P Efeknya saya jadi males ke dapur, karena dikomentarin ini itu. Hahahaha. Padahal katanya bisa itu karena biasa.

Setelah pindah, saya dan mamas jadi sangat suka memasak di rumah. Entah itu hanya oseng-oseng atau sekedar bening-bening sayuran. :P Mamas pun berpendapat, "Sejak kita punya dapur sendiri, aku jadi sering masak. Waktu di rumah dulu, jarang, yaa gitu... dapur punya ibu!". Dengan punya dapur sendiri, kami pun bebas ber-eksperimen. :P

Kami pun mengganti seluruh warna cat rumah. Kebetulan sang ibu landlord memang memberikan kebebasan kepada semua penghuni untuk mendekorasi rumahnya. (Bahkan bebas pasang AC atau exhaust fan, yang harus membobok tembok! :3 ). Bebas memiliki furnitur modern ala jaman sekarang, biar rumah nya kekinian dan nyaman ditinggali, bebas merapihkan rumah, tanpa rasa sungkan ataupun aturan tata ruang sesuai selera kita. It's really our home sweet home!! 

Belajar Menjadi Pribadi Baru di Lingkungan Sosial
Kita akan belajar dipandang menjadi individu baru di lingkungan sosial. Punya tetangga baru, punya lingkungan baru. Kita akan hidup dengan pribadi kita sendiri, tanpa bayang-bayang nama atau kharisma orang tua. Nggak ada omongan, "Anaknya Bapak Fulan tuh...". 

Bikin Makin Cintaaaak Sama Pasangan :3
Tiap hari berduaan, mau seneng, sedih , susah. Mau keluh-keluh kesah sama suami, mau uwel-uwelan, berantem, ngambek-ngambekan. Lagi emosional karena PMS?? Gak masalah!! Gak harus menahan-nahan malu sama mertua! XD Tiap hari berkomunikasi, berbagi , belajar beradaptasi. Siapa yang ngga makin cintak, ngeliat suami bersusah-susah payah memasang paku di tembok, cuma karena ingin membantu istrinya merapikan rumah? :3

Semakin Menghargai Proses dan Bersemangat untuk Bekerja keras
Kalau kita tinggal dengan orang tua, kita pasti masih menggunakan segala fasilitas dari orang tua. Mau makan ngga mikir belanja, mau mandi ya tinggal mandi :P. Kita jadi cenderung pemalas, dan nggak mikirin macem-macem. 

Setelah kita tinggal berdua sendiri, kita akan belajar untuk survive, Gak punya kulkas, gak punya mesih cuci, Mikirin biaya listrik, biaya hidup. Kita akan semakin termotivasi untuk bekerja keras untuk memiliki / memenuhi segala kebutuhan hidup, dan menghargai proses dan menunda untuk berfoya-foya untuk menikmati kehidupan yang lebih baik nanti.

Tinggal di mana setelah menikah memang selalu menjadi pertanyaan karena meninggalkan orangtua dan rumah tempat tinggal di mana kita sudah dibesarkan tentu bukanlah hal yang mudah. Anyway, apapun keputusan yg diambil, tetaplah minta ridho orang tua, karena ridho orang tua adalah segalanya :)

Terima kasih sudah membaca!

Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Anggun Fuji
A Wife | An Engineer | Love to talk about Home Decor, Lifestyle and Beauty Things (♥ω♥ )

5 komentar :

  1. aku paling setuju sama Bebasss.... hihii.. mau pake dasteran, tanktop, hotpans di rumah sendiri cm sama suami mah fine2 aja ya...
    jadi terinspirasi temanya nih...
    salam kenal anggun :)

    BalasHapus
  2. Hallo mba tia salam kenal :D terima kasih sudah mampirr :D

    BalasHapus
  3. Saya tidak akan pernah benar-benar terlatih menjadi suami kalau saya memilih tinggal di rumah yang di siapkan oleh bapak mertua saya, atau tinggal dengan orang tua saya. Saya dan istri tidak akan pernah benar-benar mampu menjadi orang tua jika anak kami lebih banyak “di asuh mertua, saudara atau tetangga”, hanya dengan alasan takut atau tidak tahu. Dari awal menikah sampai sekarang kami masih.... https://www.itsme.id/istriku-kau-harus-berani-mandiri/

    BalasHapus
  4. Emang tinggal dmn nggun? Info dong kontrakan nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. gw dijoglo om.... wah gue ngga punya kontrakan. hahahaha :D

      Hapus