Friendly and Homely : Pawon Cokelat Guest House Yogyakarta

Holaaa~!!!
Duh Gusti,.... maafkeun yah udah beberapa minggu ini saya susah banget buat update blog karena lagi dikejar deadline kerjaan sebelum cuti liburan. TT___TT

Menjelang akhir tahun ini planning saya padet banget, yang mau liburan, yang kerjaan, yang planing pindahan. huhuhu. Dan kali ini saya menyempatkan untuk pamer cerita liburan di Yogyakarta.

*Apa hubungannya, sama #SelasaRumah ??*
Yaa berhubungan lah! XP hehehe. 

Karena liburan kali ini saya dan mamas menginap di penginapan yang memiliki gaya desain unfinished, yang lagi nge-hits banget dan masih menjadi tren gaya desain 2017. Pastinya menambah inspirasi kita dalam desain rumah. ihiy!!


Penasaran, kayak apa desain ruangannya?? cuss aja yuukk.... :D

Yogya siang hari itu sangat penuh bertepatan dengan puncak acara perayaan Hari Maulid Nabi Muhammad SAW, atau Sekaten Mulud. Iring-iringan grebeng maulud berjalan dari sekitar Jl Malioboro hingga ke kawasan Kraton, Kepatihan. Beberapa jalan-jalan kota ditutup, arus lalu lintas dialihkan. Suasana begitu ramai ketika kami sampai di Jl. Brigjen Katamso, dimana kami harus berjalan sejauh -/+ 3 KM, karena lalu lintas sangat padat, dan bus yang kami tumpangi, enggan untuk meneruskan perjalanan sampai ke Malioboro.

Setelah menembus padatnya pengunjung Malioboro, kami pun tiba di Jl. Sosrowijayan Wetan Gg.1 No. 102. Angin sejuk langsung menyapa saat kami memasuki halaman depan. Walau tanpa penyejuk udara, udara di ruangan lobby terasa sejuk, berkat batako roster yang menjadi susunan dinding fasad bangunan, membiarkan angin mendinginkan ruangan. Dan...., ini lah guest house yang ramai dibicarakan para traveller : Pawon Cokelat Guest House



Pawon Cokelat Guest House Yogyakarta
Penginapan yang dirintis dari sebuah toko cokelat di Jalan Sosrowijayan Wetan ini, mengusung tema garden building. Hampir seluruh sisi dinding hanya menggunakan bata ekspos dan dinding plesteran. Begitu pula dengan lantainya, hanya menggunakan plesteran semen.









Di beberapa sisi ruangan dihiasi taman yang dibuat vertikal. Kusen pintu dan jendela berelemen kayu menyeimbangkan dinginnya warna abu-abu, memberikan aksen keramahan, kehangatan dan kesederhanaan, sebagaimana kota Yogyakarta.

Di sisi belakang meja resepsionis, terdapat area cafe yang asik banget buat tempat ngobrol-ngobrol. Beberapa furniturnya menggunakan furnitur upcycle seperti mesin jahit yang berubah menjadi meja makan ini. Lucu yaa. <3

Area Cafe Pawon Cokelat

Meja-meja dari mesin jahit bekas yang di upcycle. maaf ada mamas disitu :D
Saya dan mamas memesan kamar di Lt. 2. Di area lantai 2 ini, terdapat area balcony, yang terbuka, dengan meja dan kursi jadul yang difinishing ulang.

Area Balcony Lt. 2

furnitur jadul yang kekinian
Memasuki area kamar, saya langsung jatuh cinta dengan dinding bata ekspos yang dicat putih disisi kamar. Lantainya hanya plester semen halus. Dan asiknya, walau pendingin ruangan tidak dinyalakan, kamar tetap terasa sejuk.

Interior kamar, tanpa lemari, hanya meja dengan laci dibawahnya yang fungsional
Untuk menyiasati ukuran ruangan yang agak kecil, tidak disediakan lemari besar untuk tempat penyimpanan. Hanya menggunakan meja dengan laci, lemari kecil di bawahnya yang tetap fungsional dan tidak memberi kesan sempit dalam kamar. Inspiratif yaa. :D

Tren bangunan hemat energi ternyata juga diikuti oleh Pawon Cokelat Guest House ini. Pintu dan jendela kamar dibuat besar dengan kaca bening, tanpa vitrase. Hanya menggunakan gorden putih tebal blacu (saya taunya ini kain blacu), yang tetap memberikan privacy bagi penghuni, namun tidak menghilangkan estetika dan syarat kamar sehat, dan hemat energi.
Sisi pintu dan jendela kamar yang hanya menggunakan gorden putih tebal, menjaga privasi namun tetap hemat energi
kamar dari luar, menggunakan kaca bening tanpa vitrase agar sinar matahari dapat masuk ke kamar saat tidak digunakan
Guest House berkapasitas 10 kamar ini seperti oase ditengah hutan bangunan Malioboro. Dengan harga Rp 300.000.-/ malam, rasanya cukup worthed dibandingkan dengan penginapan sekelasnya. Kamarnya bersih, dengan kamar mandi pribadi, penyejuk udara, dan air panas yang nyaman. Tapi jangan mengharap ada housekeeping tiap hari yaa, namanya juga Guest House, bukan hotel berbintang. :D

Selain itu pelayanan yang diberikan sangat ramah, menambah rasa homey di sini. Kebersihan area lainnya sangat terjaga, walaupun tema bangunannya unfinish namun tidak memberi kesan kotor dan dekil.

Sayangnya memang menu sarapannya sangat terbatas. Tapi, kalau menginap di Jogja sih, memang serunya yaa sarapan di kaki lima. :P

Siap Bertualang?

Gimana, tertarik untuk menginap disini?

------------------------------------------------------------------
Pawon Cokelat Guest House
Eki Rahmawati
0878-7880-9008 (for information)

Jl. Sosrowijayan Wetan
Gg. 01 No.102
Malioboro – Yogyakarta
info@pawoncokelat.com
------------------------------------------------------------------




Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Anggun Fuji
A Wife | An Engineer | Love to talk about Home Decor, Lifestyle and Beauty Things (♥ω♥ )

4 komentar :

  1. wah homely banget ya, ah jadi pingin ke mari

    BalasHapus
  2. lucu ya desain interiornya, cuma kok jadi seren gitu ya, haha

    BalasHapus
  3. Desain guest housenya unik ya, kl aku biasanya nginap di dagen..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe iyaa, desain kayak gini kyknya emang lagi hits banget. Kayaknya sih setelah ramai Greenhost Prawirotaman, banyak penginapan menggunakan konsep upcycle dan unfinish. :D

      Hapus