Lika Liku Proses KPR

Halo-Halo-Halo!!

Sebelumnya saya mohon maaf yaa beberapa waktu ini lama nggak nulis #SelasaRumah. :(( Sesuai dengan janji saya di social media, hari ini saya mau curhat dikit tentang lika-liku proses KPR yang sudah kami jalani sebelum lebaran lalu. Huahahaha "Dih ngutang koq bangga." Yaudah sik urus aja urusan sendiri *sensi* *disambit sendal* 


Buat yang udah nge-follow tulisan saya tentang rumah, pasti udah tau dah ya, kalau saya emang lagi progress memiliki rumah dari setahun yang lalu.

"Kenapa sih harus satu tahun yang lalu?"


Jadi ceritanya waktu itu saya dan mamas emang nekat beli rumah, karena merasa sayang bayar kontrakan, tapi rumah tersebut nggak jadi milik kami. Dengan bermodalkan remah-remah tabungan dan THR, kami pun nekat mencari perumahan.

Alhamdulillahnya ada developer rumah yang rela DP nya dicicil setahun dengan angsuran tetap, jadi kayak tabungan. *yeaaay*. Setelah lunas, baru deh 'tabungan' DP yang dicicil tersebut, digunakan sebagai syarat pembiayaan KPR. Persis kayak mekanisme program rumah DP 0% dari gubernur baru itu,kaan? . Nabung, trus duitnya buat pembiayaan KPR. :D

Nah, bulan Juni kemarin, Alhamdulillah saya dan mamas sudah melaksanakan proses akad KPR di Bank CIMB Niaga Bintaro. *tebar conffetti* 

Kenapa pada akhirnya memilih CIMB Niaga?

Sebelumnya saya mau ngasih tau, kalau tulisan ini nggak ada maksud sponsored post yah. Murni emang pengalaman saya dan mamas dalam memilih program KPR. :P

Kebetulan waktu itu itu cicilan DP kami sudah memasuki bulan ke 10. Dan sesuai dengan informasi dari marketing agent kami, Ibu Ingrid kami pun mulai mempersiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk pengajuan KPR.

Ndelalah ditengah jalan, kami sempet mengalami sedikit problem, dan akhirnya dengan bantuan dari developer, kami dibantu untuk langsung mengurus KPR ke Bank CIMB Niaga Bintaro. Alasan pertama, karena lokasinya dekat dengan rumah kami sekarang (dan nanti), juga emang semua kepengurusan KPR Bank CIMB Niaga, berpusat di Bintaro sih. :))

Sebenernya sebelum ini, saya dan mamas sempet diskusi dulu sama temen-temen di grup whatsapp calon tetangga komplek *haseek*, memilih Bank untuk mengajukan KPR. Dari beberapa bank yang bekerja sama dengan developer perumahan, kami memilih Bank CIMB Niaga karena memberikan bunga yang lebih rendah dari bank lain yang bekerja sama. Dan se-grup WA pun recommended dengan KPR Bank CIMB Niaga. *rombongan* XD  Hehehehe.

Setelah dikontak langsung oleh marketing loans Bank CIMB Niaga (Mas Angga), kami ditawarkan 2 program KPR dari Bank CIMB Niaga, yaitu KPR Xtra Manfaat Bunga Fix dan Xtra Bebas. Bedanya sih, kalau yang Bunga fix, akan mendapatkan bunga fix selama 5 tahun pertama sebesar 7.25%, dan untuk selanjutnya flat dengan rate SBI+5%.

Sedangkan untuk KPR CIMB Niaga Xtra Bebas, ini menawarkan besaran bunga 8.25% dan menurun hingga tahun ke 5. Kemudian selanjutnya flat dengan besaran bunga sebesar SBI Rate+2.75%. Jadilah kami memilih KPR CIMB Niaga Xtra Bebas, karena selisih dari skema cicilan di setiap tahunnya nggak beda jauh, malah cenderung hampir flat :D hehehe.

Oh iya. buat temen-temen yang belum tau, syarat pengajuan KPR. Berikut ini dokumen yang harus dilengkapi saat pengajuan KPR (untuk yang ber-status karyawan) :

  1. Fotokopi Surat Perjanjian Jual Beli Rumah dengan developer
  2. Fotokopi Kartu Keluarga
  3. Fotokopi Buku nikah (buat yang sudah menikah)
  4. Fotokopi KTP & NPWP
  5. Slip Gaji 3 bulan (kalau suami istri bekerja, maka harus keduanya)
  6. Rekening Koran Payroll & Tabungan 3 bulan
  7. Surat Pernyataan Karyawan Tetap 

Nah kalau sudah kekumpul, baru deh kita bisa mengajukan ke Bank. Biasanya sih pihak developer akan membantu untuk proses pengajuan ini, biar cepet.

Beberapa hari kemudian setelah kami mengajukan KPR, Alhamdulillah, ternyata pengajuan kami diterima, dan langsung di proses bulan itu juga. Tapi karena bulan juni kemarin jadwal transaksi bank juga mepet banget, kami sempet ngalamin kejadian yang agak sesssssswatuuu~ banget, eh tapi sebenernya itu juga kesalahan dari mamas sih. *huft*

Beberapa hari sebelum kami akad KPR, sebenarnya mamas mendapatkan surat pengajuan KPR dari bank. Tapi karena kondisi waktu itu lagi hectic banget, saya lagi tepar, dan baru pulang dari rumah sakit, mamas kurang fokus baca suratnya, and then.... tanda tangan bahe tanpa membacanya dengan seksama.

Pas akad kredit saya kaget, koq skema pembiayaannya beda banget sama yang dijelasin marketing. Ndelalah, ternyata yang pengajuan kami dengan tenor 15 tahun, malah disetujui dengan tenor 10 tahun. (5 tahun lebih cepat). JENG JENG!!!!

Karena masalah itu, saya nggak mau menandatangani surat akad kredit, sebelum ada penjelasan dari pihak bank. Awalnya pihak bank tetep ngerayu, kalau kami mampu melunasi lebih cepat, karena dokumen udah terlanjur ditanda tangani mamas *cubit mamas*.

Lagi deg-degan katanya. :P
Udah gitu mamas juga bingung, panik, nggak fokus (deg-degan katanya), saya tetap memaksa pihak bank untuk mengganti surat pengajuan sesuai dengan yang kami inginkan pada awal penawaran.

Akhirnya pihak bank setuju mengganti surat pengajuan kredit, sesuai dengan tenor dan biaya yang kami setujui agar sesuai dengan financial plan kami. Walaupun kami harus 2 kali balik ke Bintaro untuk tanda tangan akad kredit, tapi nggak apa-apalah, Soalnya kan pembiayaan KPR ini termasuk kredit yang long term. Bisa berabe kalo nggak pake perencanaan keuangan yang matang.

Setelah membayar biaya KPR (administrasi, profisi, asuransi jiwa, asuransi kebakaran), baru deh proses pengajuan KPR SELESAI, dan duit cair (walau nggak langsung ke dompet). *yeaaay* *Alhamdulillah*

Biar Lolos Pengajuan KPR ...

Sebenernya sih, nggak perlu trik khusus untuk lolos saat mengajukan KPR. Kalau BI Checking kita bersih, insya Allah bisa koq, dapet pendanaan. Yang paling penting sebenarnya adalah pengaturan cash flow kita sendiri.

Saran saya sih untuk yang masih muda-muda dan belum menikah, atau belum punya rumah dan mau mengajukan KPR. Sebaiknya menghindari punya banyak cicilan. Atau minimal, lunasin dulu dah. Bersihin BI checking. Entah mau cicilan panci, cicilan mobil, cicilan motor, cicilan kartu kredit kek. Pokoknya hindari hutang untuk barang-barang konsumtif, apalagi yang nilainya makin turun.

Karena bakal ngaruh banget di perhitungan analis KPR. Apakah si calon debitur mampu membayar atau tidak, dari perhitungan penghasilan juga biaya hidup. Kalo kata marketing bank sih, banyak banget yang memiliki penghasilan besar, tapi gagal lolos KPR karena biaya hidup dan cicilannya juga gede. :P

Nah gitu deh kira-kira lika-liku kami menjalani proses KPR. Nggak ribet-ribet amat sih, yang penting teliti saat membaca setiap lembar dokumen, jangan sampai ada yang terlewat. Kemudian cari marketing KPR bank yang orangnya cekatan, dan bisa dipercaya. Soalnya banyak banget temen-temen saya yang lain, ternyata mendapat marketing yang klemar-klemer, bahkan ada yang mengabaikan calon nasabah, trus ditinggal resign. *amit-amit*

Kemudian, jangan lupa untuk aktif cari tau ke temen-temen yang senasib se-developer, atau ke pihak developer terkait pembiayaan, surat-surat, dan teliti sebelum menandatangani surat apapun. Tanyakan lebih jelas kepada marketing dan bagian legal (baik pihak bank maupun developer). Jangan sampai ada yang 'kecele', dan merugikan di kemudian hari.

Oke deh, semoga bermanfaat curhatan saya kali  ini di #SelasaRumah. Selamat mengajukan KPR! :D


Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Anggun Fuji
A Wife | An Engineer | Love to talk about Home Decor, Lifestyle and Beauty Things (♥ω♥ )

2 komentar :

  1. Thanks Mbak Anggun dibuatin postingannyaa....
    Aku baru mau ajuin KPA tapi masih punya sangkutan a.k.a cicilan wkwkwk jadi mungkin beberapa tahun lg baru mau ngajuin setelah bersih namanya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi masamaa.
      sebenernya nggak masalah mbak, asalkan rasio pendapatan dan pengeluaran 'masuk' di perhitungan analis kredit, semoga dilancarkan rencananya :D

      Hapus