Cerita Tentang Beli Rumah

Warning. Will be a long post. XD
Silahkan kalau mau skip, atau pengen tau cerita kami memiliki rumah.

Alhamdulillah..... setelah hampir satu setengah tahun, akhirnya saya dan mamas diundang untuk serah terima kunci rumah dari developer. Sebuah penantian cukup panjang, tapi kami sangat menikmati prosesnya.


Sejak awal menikah, saya dan mamas memang memutuskan untuk tinggal terpisah dari orang tua kami masing-masing. Menikmati hidup berdua di rumah kontrakan kecil yang pemiliknya masih kenalan bapak mertua.


Tapi.... namanya juga pasangan baru menikah yaa buk. Tiap hari rasanya kayak lagi bulan madu. Maunya jajan melulu, gak kerasa, boro-boro tabungan, uang gaji kayaknya cuma numpang lewat doang.


Memasuki bulan kelima, tiba-tiba saja saya dan mamas mulai merasakan jenuh. Rasanya koq sedih sih, tiap bulan nyisihin uang gaji buat bayar kontrakan, tapi rumah itu nggak jadi milik kita. Mamas pun mulai mengajak saya untuk memiliki sebuah rumah. *hanjeeer beli rumah kayak jajan chiki* XD

Waktu itu kami sama sekali nggak mikirin, kalau mau beli rumah tuh kudu punya duit puluhan juta. Kami cuma ngarepin aja ada tawaran-tawaran manis dari developer perumahan. Yah, kali aja ada perumahan yang mau dibayar DP-nya murah.

Fokus utama kami waktu itu cuma satu, akses. Kita mah tau diri buk, nggak punya banyak duit, nggak ngimpi banget beli rumah di tengah kota. Nggak mau juga milih apartemen, karena rumah kami harus bisa ditempatin sekeluarga, dan bisa direnovasi sebebas-bebasnya sesuai kebutuhan, jadi pilihnya rumah tapak.

Pokoknya yang paling penting dekat dengan transportasi umum dan akses tercepat untuk sampai ke tempat kerja. Pas kebetulan kantor saya dan mamas sama-sama dekat dengan stasiun kereta, makanya kami pun mulai melirik daerah yang dilalui KRL. 
Awalnya saya dan mamas menjelajah ke sepanjang jalur KRL Jakarta < > Bogor. You know lah ini jalur paling enak, karena interval kereta cuma 7 menit, dan pas banget, cuma sekali naik tanpa transit.

Tapi, ternyata harga rumah di daerah Depok dan Bogor bener-bener muahaaaaaalll. Perumahan yang lokasinya bener-bener deket sama stasiun, untuk tipe kecil aja harganya udah 500juta sampe satu ember, eh satu em. Udah gitu uang DPnya minimal 80 s/d 100 jutaan.

Hasemeleh..... hasemeleh.......... Gimana caranya penganten baru punya duit ratusan juta?
Duit dari manaaaa???  hiks.


Saya dan mamas jadi inget waktu kita mampir ke pameran KPR BTN di JCC, sekitar tahun 2014 (waktu kita lagi masa persiapan nikah). Waktu itu harga perumahan di kawasan cilebut cuma sekitar 200 s/d 300 jutaan. Eh, baru lewat setahun, harganya udah gila-gilaan. Kalaupun ada yang murah, atau subsidi, lokasinya kira-kira 8 - 10 km dari stasiun, alias 'katanya' cuma 15 menit dari stasiun. Padahal kenyataannya mah bisa lebih dari 30 menit.


Saya males banget, kalo udah capek desek-desekan di dalem kereta, tapi ternyata begitu nyampe stasiun, masih setengah perjalanan lagi. Capeknya dobel, ogah dah. Saya ngotot, harus deket sama kendaraaan umum, karena saya nggak bisa mengendarai motor. *dihujat netijen* *orang kere banyak gaya*

Pulang nge-bolang dari depok dan bogor raya, saya dan mamas rasanya lemes, boro-boro mau negosiasi, baru ngeliat brosur dan skema cicilan aja udah megap-megap ngebayangin cicilan dan jaraknya. Eh tau-tau, mamas dapat info nih dari temennya yang dulu pernah dihubungi marketing agent. Beliau menawarkan perumahan murah di daerah deket BSD dan harganya kurang dari 200 juta. 

Eh? Tunggu. . . . . . . tunggu . . . . . . . . rumah deket BSD, di deket stasiun, harganya kurang dari 200juta? Serius tuh? Bukan rumah subsidi kan? Berarti rumah real estate dong?!!

KOQ BISAA???!!!


Gini yah sodara-sodara sekalian, harga rumah subsidi area bodetabek saat ini tuh 140-an jutaan. Lah koq yang ini cuma selisih sedikit udah dapet rumah real estate, lokasinya deket sama BSD. SIAPA COBA YANG NGGAK NGILER???!! *excited nggak nyante*

Mamas yang ikutan nggak percaya pun langsung meminta saya untuk menghubungi Ibu marketing yang dulu pernah menawarkan perumahan. Sayangnya, saat saya hubungi, ternyata harga rumah sudah naik, gak jadi di bawah 200 juta.

Eh tapi ibu marketing menawarkan lagi, ada perumahan dari developer yang sama, tapi lokasinya lebih dekat dari stasiun, dan gerbang kawasan berada jalan raya propinsi. Artinya akses jalan lebih besar dan lebar. Naluri ekonomi saya mulai bangkit, saya pun mulai tertarik untuk melihat lebih pasti mengenai perumahan ini.

Sekali lagi, sori-sori lah yaw~ eike mah udah ogah kena bujuk manis marketing yang katanya cuma sekian menit dari stasiun, ternyata aslinya bisa se-jam lebih. Akhirnya setelah ngobrol sama ibu marketing, saya dan mamas pun memutuskan untuk survey lokasi biar lebih yaqin.

Setelah mendaki gunung lewati lembah, dari Joglo ke BSD, lanjut ke Cisauk, pake nyasar ke Rumpin, dan balik lagi ke Alam Sutera, kami pun memutuskan untuk............. DEEEEAAAALLL!! dan langsung membayar uang booking. *LUAR BIASA* *prok prok prok*XD



"Depenya berapa?"

Rumah tersebut, bisa dibilang kami beli bener-bener tanpa DP. Eh, maksudnya untuk pembayaran uang DP, kami (menabung) mencicil selama 1 tahun, yang selanjutnya digunakan untuk pengajuan KPR. 

Walau sempat ngalamin ragu-ragu di tengah perjalanan, tapi kami tetap pada keputusan untuk membeli rumah itu. Alasannya yaa. karena lokasi dan aksesnya yang bagus, beneran deket dengan stasiun (cuma 5 menitan), lumayan dekat dengan kawasan BSD (-/+ 30 menit dengan naik motor), dan dikembangan oleh developer yang berpengalaman. Makanya kami yakin, Insya Allah ini adalah tempat tinggal yang baik untuk keluarga kecil kami.

As time goes by,  setelah cicilan DP selesai, dan proses KPR selesai, kami tidak bergitu banyak mengalami kendala, hingga akhirnya, pada hari ini, rumah tersebut telah diserah terima kan kepada kami.

ALHAMDULILLAH!


Kalau diinget-inget masa-masa perjuangan mencari perumahan mah, rasanya luar biasa biyaangeeet  bersyukurnya. Ngalamin yang namanya mencari perumahan yang harganya pas untuk kelas menengah ngehe, muter-muter sepanjang jalur commuter line, memangkas biaya hedon *ditimpuk netijen*, ngurus KPR, sampai akhirnya rumah tersebut resmi diserah terima kan kepada kami.

Terima kasih Yaa Allah, akhirnya salah satu mimpi kami bisa terwujud. Mudah-mudahan selalu berkah! :D

Saatnya Punya Rumah !

Nah, buat temen-temen yang udah merasa kepengen punya rumah sendiri, ada sedikit saran nih. Yang pertama adalah, sediakan waktu untuk survey dan hunting. Boleh aja sih mencari informasi perumahan melalui internet. Tapi ada baiknya untuk kita langsung survey ke lokasi  proyek, biar tau dengan persis jarak perumahan tersebut dengan akses yang dijanjikan, situasi lingkungan, kira-kira cocok atau nggak jadi hunian.

Baca : Memilih Perumahan

Yang kedua, jangan menunda. Kalau kita sudah memiliki kemampuan membeli properti, jangan menunda untuk membeli. Terutama buat kita-kita yang nggak dapet warisan tanah engkong di Jabodetabek, bakal pusing banget loh. :)) Karena harga rumah akan naik tiap senin -/+ 15% setiap tahun, dan bertambah jauh 10km. Hmm~ kebayang kan, berapa waktu tempuh untuk sampai ke kantor ?

Kalau sekarang ada yang nyinyir, "Rumah yang kamu beli itu jauh.", "Emang ada kehidupan disana?", nggak usah dipikirin. Karena memang sebuah kawasan berkembang, biasanya dibangun di daerah yang masih sepi, dan butuh 2 s/d 10 tahun untuk berubah jadi kawasan yang padat dan rame. Yang penting saat memilih perumahan, kita harus benar-benar jeli memilih lokasi proyek.

Dan yang ketiga, pilihlah property yang sesuai dengan kemampuan kita. Buat buibuk dan Bapabapa yang menggunakan sistem KPR. Pastikan untuk tanya lebih jelas mengenai skema pembiayaan / cicilan. Jangan sampai cicilan bulanan melebihi 30% dari gaji. Dan kalau merasa belum mampu untuk beli rumah harga 500 juta ke atas, beli lah dulu rumah yang harganya dibawah itu. Yang penting punya lapak dulu. :P Lagian besar atau kecilnya rumah, sebenernya hanya membutuhkan proses koq :P

OK deh, Selamat berburu properti. and see you next post! :*

Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Anggun Fuji
A Wife | An Engineer | Love to talk about Home Decor, Lifestyle and Beauty Things (♥ω♥ )

7 komentar :

  1. selamat mbaaaa atas rumah barunyaa, semoga berkah ^^
    wahh gitu yah kalo tinggal diperkotaan, harganya gilagilaan ^^
    jadi selain saran yang terakhir yang aku simpulan dari postingan mba
    saran berikutnya adalah, ketika awal-awal nikah jangan jalan-jalan mulu heuheu nanti kayak yang mba bilang, uang gajinya kayak cuma mampir hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha iyaa, huhuhu habis nikah, langsung inget masa depan. Jangan ke-enakan bulan madu melulu XD

      Hapus
  2. Nyari rumah jaman sekarang bener-bener bikin pusing. Beruntung ya bisa dapat rumah dengan harga yang bagus dan aksesnya mudah. Semoga aku bisa segera nyusul :)

    BalasHapus
  3. Kak bisikin dong yang dimana, semoet ditawarin daerah daerah cisauk dan sekitarnya tapi emang belom survey.

    Boleh lah ya japri aja, kali jodoh juga rumahnya di sana *eaaa

    BalasHapus
  4. Selamat mbak, aku juga pas pertama punya rumah seneng bgt. Dan lokasinya deket kantor suami.

    BalasHapus